Teknik Promosi Buku

Diposting pada 131 views

Teknik promosi adalah bagaimana kita membujuk seseorang untuk membeli sebuah produk yang ditawarkan baik itu produk yang sudah terkenal ataupun produk-produk yang baru diluncurkan. Kegiatan promosi ini tidak hanya menjadi hak pada produk yang baru tetapi juga produk yang sudah terkenal dan sudah dikenal masyarakat.

Perlu diketahui bahwa sebuah perusahaan besar dengan produk yang sudah tidak diragukan lagi kualitas dan kepopulerannya, kegiatan promosi mendapat anggaran dana tertentu, luar biasa bukan ??

Kita ambil saja pada produk rokok yang sudah sangat terkenal tapi maaf saya tidak menyebutkan merek karena saya tidak dibayar untuk ikut mempromosikannya ..he..he..

Untuk ukuran rokok yang sudah sangat dikenal masyarakat baik perkotaan sampai pelosok pedesaan, kegiatan promosi masih saja dilakukan dan dalam satu tahun dana yang dianggarkan bisa mencapai ratusan hingga milyaran rupiah.

Bisa buktikan kebenarannya pada spanduk-spanduk di berbagai tempat hingga sampai sponsor suatu acara tertentu yang tentu tidak sedikit memakan biaya.

Kenapa hal ini mereka lakukan, mengapa mereka berani menganggarkan biaya yang tidak sedikit untuk produk yang sudah dikenal masyarakat luas?

Sebelum kita membahas tentang cara berpromosi, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu promosi.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia promosi adalah,

pro.mo.si
[n] (1) kenaikan pangkat (tingkat); naik pangkat (tingkat); (2) hal memperoleh gelar doktor; (3) pemberian gelar doktor yg dilakukan dng upacara khusus: promovendus diuji lagi dl upacara –; (4) perkenalan (dl rangka memajukan usaha, dagang, dsb); reklame: — pariwisata hendaknya dilakukan secara intensif dan terus-menerus

Jika berkaitan dengan dagang maka:

kegiatan komunikasi untuk meningkatkan volume penjualan dng pameran, periklanan, demonstrasi, dan usaha lain yg bersifat persuasif

Jadi bisa disimpulkan bahwa, Promosi merupakan teknik komunikasi yang secara penggunaannya atau penyampaiannya dengan menggunakan media seperti: pers, televisi, radio, papan nama, poster dan lain-lain yang bertujuannya untuk menarik minat konsumen terhadap hasil produksi suatu perusahaan. Promosi sebagai media untuk menjembatani kepentingan produsen dengan konsumen.

Baik. Tanpa berpanjang lebar kita simak bagaimana teknik promosi buku yang disampaikan oleh Bapak Akbar Zainudin.

Strategi pemasaran termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi).

Sebelum kita bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu bagaimana strategi pemasaran buku yang jitu efisien dan yang terpenting laku versi Bapak Akbar Zainudin.

Strategi Produk

Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana pa kebutuhan mereka terhadap buku kita.

Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.

Strategi Harga

Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).

Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

Strategi Distribusi

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah:
1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)
2. Melalui Penjualan Langsung
3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

Strategi Promosi

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.

Pertama Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.

Kalau di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat tersebut.

Kedua Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. Insya Allah akan semakin membuat orang mengenal kita.

Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

Ketiga Melakukan Seminar ataupun Workshop. Kalau bukunya motivasi dan menulis. Maka secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.

Seminar atau workshop ini pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat Membangun Komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.

Kelima Membangun Jaringan Reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Keenam Jualan di Marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh Memanfaatkan Media Sosial. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Catatan Penutup

Sebagai catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.

  1. Keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.
  2. Kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.
  3. Pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Demikian Teknik Promosi Buku yang sudah dipaparkan oleh Akbar Zanudin sebagai pemateri.

Sumber:
Belajar Menulis Gelombang 18
Pertemuan ke: 18
Pemateri: Akbar Zainudin
Materi: Teknik Promosi Buku
Waktu: Pukul 19.00 WIB-21.00 WIB Rabu, 26 Mei 2021

Bagus Sugiarto
Author: Bagus Sugiarto

7 komentar.

  1. Tulisannya keren, pak. Pengantar resumenya begitu lengkap dan menambah wawasan pembaca mengenai tema yang dibahas.
    Eh baidewei, untuk apa yah nama dan alamat email dicantumkan setiap kali saya hendak kirim komentar, pak?

  2. Pertahankan Pak Bagus, saya suka dengan gaya tulisannya yang di kaitkan dengan hal nyata. Luarbiasa semkin hari semakin tangkas

  3. Wow…wow…
    Kata apa Yang cook untuk tulisan bapak Bagus ya?
    Paragraf2 awal menarik sekali ditambah dengan resume yang begitu lengkap.
    Super sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *